Siasati Keterbatasan Anggaran, Pemdes Pelajau Gelar MTQ Ke-30 Berbasis Tingkat Dusun demi Pemerataan Bakat

oleh -45 Dilihat
oleh

BANYUASIN – Menyambut Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1447 H, Pemerintah Desa (Pemdes) Pelajau kembali menunjukkan komitmennya dalam syiar Islam dengan menggelar Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-30 tingkat se-Desa Pelajau di Masjid Jihadul Mustaqim. Namun, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pergelaran tahun ini mengusung konsep efisiensi anggaran yang berfokus pada pelaksanaan di tingkat dusun. Kamis, (28/5/2026).

​Langkah berani ini diambil sebagai respons adaptif Pemdes Pelajau terhadap penyesuaian alokasi dana desa, sekaligus strategi untuk memastikan roda syiar agama dan pencarian bakat qori-qoriah di desa tidak terhenti.

Dalam sambutannya ​Kepala Desa Pelajau Yahya mengatakan langkah berani ini diambil sebagai respons adaptif Pemdes Pelajau terhadap penyesuaian alokasi dana desa, sekaligus strategi untuk memastikan roda syiar agama dan pencarian bakat qori-qoriah di desa tidak terhenti.

​”Efisiensi anggaran ini bukan berarti kita menurunkan kualitas esensi MTQ. Justru dengan keterbatasan yang ada, kita harus berpikir kreatif. Nilai-nilai Al-Qur’an dan semangat menyambut Idul Adha harus tetap menggema di Desa Pelajau,” ujarnya

Ditempat yang sama ketua panitia pelaksana Nur muhammad Hidayatullah menjelaskan meskipun MTQ ke-30 ini hanya diadakan pada tingkat dusun, namun semangat kompetisi dan pembinaan generasi Qur’ani tetap menjadi prioritas utama panitia dan pemerintah desa.

“Konsepnya memang kita sederhanakan, tetapi substansinya tetap sama. Justru melalui pelaksanaan berbasis dusun ini, kami ingin memberi ruang pemerataan bagi anak-anak dan masyarakat di setiap dusun untuk tampil dan menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam membaca serta memahami Al-Qur’an,” jelas Nur Muhammad Hidayatullah.

Ia menambahkan, pola pelaksanaan berbasis dusun dinilai lebih efektif dalam menjaring potensi qori dan qoriah sejak tingkat paling bawah. Dengan demikian, proses pembinaan dapat berjalan lebih merata dan berkelanjutan.

Kegiatan MTQ tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat Desa Pelajau. Selain menjadi ajang perlombaan keagamaan, momentum ini juga dinilai mampu mempererat silaturahmi antarwarga menjelang Hari Raya Idul Adha.

Berbagai cabang perlombaan tetap dipertandingkan dalam MTQ ke-30 ini, mulai dari tilawah anak-anak, remaja, hingga dewasa yang melibatkan peserta dari seluruh dusun di Desa Pelajau. Panitia juga menekankan pentingnya menjadikan MTQ bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sarana membangun kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an.

Pemdes Pelajau berharap melalui kegiatan tersebut akan lahir bibit-bibit qori dan qoriah potensial yang nantinya dapat mewakili desa pada ajang MTQ tingkat kecamatan hingga kabupaten.

“Harapan kami, keterbatasan anggaran tidak menjadi alasan untuk berhenti membumikan Al-Qur’an. Justru dari kesederhanaan ini kita ingin membangun semangat kebersamaan dan syiar Islam yang lebih kuat di tengah masyarakat,” tutup Yahya.

Turut hadir Kabid Rehabilitasi dan rekonstruksi (RR) BPBD Banyuasin Budi Yanto S.E, Perwakilan BPD Desa Pelajau Topik Istora S.Sos, Perangkat desa pelajau,  pengurus masjid jihadul Mustaqim, tokoh agama, dan tokoh masyarakat desa pelajau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.